Showing posts with label makalah. Show all posts
Showing posts with label makalah. Show all posts
Saturday, December 3, 2016
CONTOH MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG SHALAT TERBARU 2014
CONTOH MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG SHALAT TERBARU 2014
MAKALAH TENTANG SHALAT
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji syukur hanya untuk Allah dan telah mencurahkan Rahmat serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dalam menyusun makalah ini yang berjudul "Shalat".
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad SAW. Dan keluarganya juga para sahabatnya serta para pengikut nya yang serta sampai akhir zaman.
Makalah ini adalah makalah yang dapat memotifasi anda untuk memperdalam tentang "shalat". Kami mencari isi yang tercantum dalam makalah ini dari sumber-sumber yang terkemuka dan dari buku-buku yang membahas tentang hal yang bersangkutan.
Dalam menyusun makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan dalam isi, bentuk maupun susunan kalimatnya akan tetapi berkat bimbingan dan dorangan serta doa dari berbagai pihak maka kesulitan-kesulitan yang kami hadapi, Alhamdulillah dapat teratasi. Namun kami tetap menerima dan mengaharapkan kritik serta saran dari pembaca yang menuju ke arah kebaikan dan kesernpurnaan dalam makalah ini.
Semoga apa yang kami usahakan ini kiranya dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca umumnya, Amin.
Jakarta, 15 September 2009.
Penulis
BAB II
SHALAT
A. PENGERTIAN
a. ARTI SHALAT
Menurut bahasa, shalat berarti doa sedang menurut syara berarti menghadap jiwa dan raga kepada Allah; karena taqwa hamba kepada tuhannya, mengagungkan kebesarannya dengan khusyu dah ikhlas dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Menurut cara-cara dan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Read more »
Tuesday, November 22, 2016
CONTOH MAKALAH BAHASA INDONESIA TERBARU PILIHAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA
CONTOH MAKALAH BAHASA INDONESIA TERBARU PILIHAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA
MAKALAH
PILIHAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA
OLAH RAGA DAN IDENTITAS:
FUNGSI OLAH RAGA DALAM PEMBENTUKKAN IDENTITAS MASYARAKAT DAN BANGSA DI KOTA MALANG
ABSTRAKSI
Olah Raga Dan Identitas: Fungsi Olah Raga Dalam Pembentukkan Identitas Masyarakat Dan Bangsa Di Kota Malang
Olah raga adalah sesuatu yang bisa dinikmati oleh semua orang di dunia, tanpa memperhatikan stratifikasi atau yang berkait dengan tingkat kekayaan atau kemiskinan seseorang. Pertunjukkan Indonesia di Olimpiade Athena 2004 dan kekurangan perhatian dari masyarakat menciptakan pertanyaan yaitu kalau olah raga penting untuk orang Indoneisa maka bagaimana olah raga seharusnya disikapi?. Studi lapangan ini memfokuskan pada perasaan terhadap olah raga di Kota Malang dan menunjukkan fungsi olah raga dalam pembentukkan identitas masyarakat dan bangsa. Studi lapangan dilakukan antara bulan September sampai Desember 2004 di Kota Malang. Untuk mengumpulkan data, beberapa tempat olah raga misalnya veledrome, stadion Gayajana dan Komite Olah Raga Nasional Indonesia di Malang dikunjungi oleh peneliti. Beberapa pertandingan atau permainan olah raga juga dihadiri. Data penelitian bersifat qualitatif dan termasuk data dari hasil observasi, beberapa angket, wawancara yang dilakukan secara formal dan informal dan informasi dari surat kabar termasuk Kompas, Jawa Pos dan Malang Pos. Hasil studi lapangan adalah bahwa ada dua fungsi olah raga dalam pembentukkan identitas masyarakat di Malang. Yang pertama, tim sepak bola Arema dan pendukungnya Aremania adalah cara mengidentifikasikan diri kalangan banyak masyarakat Malang. Arema termasuk prinsip dan kelakukan orang Malang sejak dulu dan kebanyakan masyarakat Malang ikut Aremania. Fungsi kedua termasuk cara olah raga memberi kesempatan untuk bertemu dengan teman, sosialiasi dan menghabiskan waktu untuk orang yang bermain secara profesional, untuk organisasi atau untuk hobi. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa untuk orang Malang yang suka bermain atau menonton olah raga, olah raga adalah bagian dari hidupnya dan mempunyai fungsi besar dalam pembentukkan identitas masyarakat dan bangsa di Kota Malang.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Olah raga adalah sesuatu yang bisa dinikmati oleh semua orang di dunia, tanpa memperhatikan stratifikasi atau yang berkait dengan tingkat kekayaan atau kemiskinan seseorang. Fungsi utama olah raga adalah untuk menyehatkan badan dan memastikan organ tubuh masih sehat. Akan tetapi, biasanya olah raga mempunyai arti yang sangat luas dan dalam. Olah raga mempunyai kemampuan untuk menciptakan perasaan bahwa orang termasuk dalam kelompok atau komunitas yang mencintai hidup sehat. Ketika bermain olah raga, semua pemain menjadi sama tanpa memperhatikan suku bangsa, kekayaan, warna kulit atau agama.[1] Dalam konteks ini, olah raga dapat disebut Bahasa Internasional karena semua orang bisa ikut dan bermain bersama tanpa mengerti bahasa orang lain secara verbal. Olah raga bisa membuat teman menjadi musuh dan musuh menjadi teman. Untuk menonton atau ikut, olah raga dapat dinikmati oleh semua masyarakat, anak kecil sampai orang yang tua. Keterlibatan seseorang dapat dilakukan secara tidak langsung seperti menonton olah raga di televisi, mengantar anak untuk berolah raga setelah sekolah sudah selasi atau menonton pertandingan di lapangan. Selain itu, keterlibatan dapat juga secara langsung seperti bermain untuk klub, propinsi atau negara. Olah raga tidak tergantung pada kekayaan negara atau kekayaan orang yang bermain. Olah raga dapat diciptakan atau dimodifikasikan untuk daerah atau situasi. Oleh karena itu, olah raga bisa menjadi gaya hidup untuk beberapa orang dan dapat berfungsi sebagai cara untuk menghabiskan waktu yang aman dan persahabatan. Olah raga mempunyai kemampuan untuk mengingkatkan rasa pada diri, daerah atau negara.[2]
Rumusan Masalah
Di Olimpiade Athena pada tanggal 13-29 Augustus 2004, Indonesia mendapat empat medali, satu emas, satu perak dan dua perunggu. Walaupun mendapat medali-medali di Olimpiade adalah prestasi yang baik, dibandingkan dengan negara lain, kesuksesan ini tidak terlalu bagus. Hal ini berarti, walaupun penduduk Indonesia jumlahnya banyak sekali, bahkan merupakan negara keempat di dunia yang penduduknya paling banyak namun Indonesia hanya mengirim 39 atlet dalam 14 jenis olah raga ke Olimpiade.[3]Hal tersebut bisa dibandingkan dengan negara seperti Australia yang mempunayi 20 juta penduduk tetapi mendapat 49 medalia, 17 emas, 16 perak dan 16 perunggu. Selain dengan itu, tidak ada stasion television yang menyiar Upacara Pembukaan Olimpiade atau olah raga secara langsung dan ada kurang perhatian dari masyarakat Indonesia tentang Olimpiade.
Sebagai orang Australia, peneliti tahu bahwa kebanyakan alasan Austraila mendapatkan banyak medali di Olimpiade Athena adalah karena Australia mempunyai kebudayaan olah raga. Memang ada faktor lain, seperti fasilitas yang bagus, pemerintah yang membayar atlet atau klub olah raga uang yang cukup banyak, dan program-program pembinaan untuk anak-anak. Akan tetapi, semua faktor ini belem tentu akan membuat negara berprestasi dalam bidang olah raga. Sikapnya masyarakat dalam bidang olah raga, pemain dan usaha masyarakat untuk menjadi pemain dan negara olah raga yang terbagus di dunia menjadi satu hal yang penting. Bagi kebanyakan orang Australia, kebudayaan olah raga memberi arti bahwa banyak orang Australia mempunyai identitas yang termasuk kegiatan olah raganya. Kegiatan olah raga berfungsi sebagai sarang untuk mengidentifikasikan diri. Oleh karena itu, peneliti ingin menemukan kalau ada kebudayaan olah raga atau kalau masyarakat Malang menganggapi olah raga sebagai bagian dari hidupnya.
Tujuan dan Kegunaan Masalah
Dari gambaran ini maka dapat dirumuskan masalahnya untuk penelitian ini adalah bagaimana fungsi olahraga dalam pembentukkan identitas bagi masyarakat di kota Malang.
BAB II
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Sebagai studi lapangan, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang banyak melibatkan orang untuk diwawancarai dengan semakin banyak orang di Malang untuk dimintai pendapatnya dan perasaannya tentang olah raga di Malang, maka semakin valid datanya.
Tempat dan Waktu Pentlitian
Penelitian ini dilakukan di Kota Malang, di antaranya velodrome, Stadion Gajayana, dan beberapa tempat lain seperti gedung-gedung olah raga, tempat olah raga di universitas, stadion dan jalan lokal. Waktu penelitian dilakukan antara bulan September sampai Desember tahun 2004.
Populasi dan Sampel
Walaupun sepak bola adalah cukup besar di Malang, peneliti juga ingin melihat pada olah raga lain. Sebetulnya bagian besar laporan ini memfokuskan terhadap sepak bola karena itu olah raga yang terbesar di Malang. Akan tetapi, ada beberapa olah raga lain yang juga besar dan agak populer. Oleh karena itu, peneliti mencoba mewawancarai sebanyak mungkin pemain dan penonton olah raga dari beberapa cabang olah raga selain sepak bola misalnya balap sepeda, paralayang dan karate.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpul data, peneliti memakai beberapa metode. Yang paling utama, peneliti memakai observasi. Sebab dengan observasi, peneliti dapat menemukan lebih banyak pendapat orang daripada kalau dibuat pertanyaan dalam bentuk angket. Peneliti juga terkadang ikut pertandingan olah raga, dan juga menjadi terlibat dalam menonton olah raga, misalnya menonton Arema di Stadion Gajayana. Selain itu, peneliti sering bertanya kepada penduduk Malang, kedua secara formal seperti wawancara dan informal dengan melakukan pembicaraan secara umum. Untuk melengkapi data yang diperlukan maka digunakan angket terutama pemain dan penonton olah raga. Peneliti juga sering membaca bagian olah raga dalam surat kabar termasuk Kompas, Jawa Pos dan Malang Pos.
Profil Lokasi Penelitian
Setelah melakukan penelitian di Malang, maka peneliti menetapkan untuk responden dapat diklasifikasikan dalam beberapa topik. Topiknya adalah,
- Aremania
- Available link for download
Labels:
contoh,
dalam,
dan,
fungsi,
identitas,
makalah,
masyarakat,
olahraga,
pembentukkan
Friday, November 4, 2016
Contoh Makalah Tentang Kehidupan Masa Remaja Di Zaman Sekarang
Contoh Makalah Tentang Kehidupan Masa Remaja Di Zaman Sekarang
Download File Makalah Tentang Kehidupan Masa Remaja | DOWNLOAD
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat beserta hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah ini dimaksudkan memenuhi tugas mid semester Mata Kuliah Studi Islam.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang membantu dalam penyelesaian pembuatan makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian demi lebih baiknya penyusunan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua sebagai pembaca.
Amin..
Purwokerto, 17 Juli 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Remaja merupakan salah satu periode penting dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat dan pola perilaku. Oleh karena itu remaja sangatlah rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial.
Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pegkategorian remaja sebab uia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun.
Munculnya tahap remaja dalam periode kematangan seksual dan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya kompleksita masyarakat. Sejalan dengan makin beragamnya fungsi sosial, semakin meningkat pula kualifikasi yang diperlukan dalam dunia kerja. Hal ini mendorong berkembangnya pendidikan formal. Secara bersamaan, peraturan yang melarang penggunaan tenaga kerja anak-anak, semakin meningkatnya usia harapan hidup, dan faktor lain yang berpengaruh terhadap tranformasi sosial memberikan sumbangan terhadap semakin mantabnya masa remaja sebagai salah satu tahap perkembangan yang penting.
B. Rumusan Masalah
Berikut adalah rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini :
1. Bagaimana kehidupan remaja di zaman sekarang ?
2. Apa saja yang dapat dilakukan para remaja agar terhindar dari dampak negatif kehidupan remaja ?
C. Tujuan Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis memiliki beberapa tujuan, yaitu :
1. Untuk mengetahui kehidupan remaja yang terjadi sekarang ini.
2. Untuk mengetahui cara agar menjadi individu yang bebas dari dampak negatif kehidupan remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa remaja merupakan sebuah periode dimana seorang individu mengalami masa peralihan dari dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat dan pola perilaku. Oleh karena itu remaja sangatlah rentan dalam masalah psikososial, yakni sebuah masalah terhadap psikis atau kejiwaan yang timbul karena terjadinya perubahan sosial.
A. Ciri-Ciri Remaja
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja.
Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.
Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.
B. Masalah Utama Yang Dihadapi Remaja
Masa remaja merupakan masa yang penting dalam kehidupan seorang individu. Seorang individu akan berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam menyikapi masa remaja yang dialaminya. Pengaruh arus globalisasi dan juga lingkungan akan sangat berdampak pada mentalitas dan juga moralitas individu tersebut. Seorang remaja yang dapat membedakan dan menjaga dirinya dari segala hal yang dapat membuatnya terjerumus dalam banyak hal negatif dalam masa remaja.
Ada beberapa masalah yang dihadapi remaja di masa sekarang ini, antara lain :
a. Konsumsi terhadap rokok
Remaja terutama remaja pria tentu sangat familiar dengan yang bernama rokok. Benda yang mengandung zat adiktif atau dapat menyebabkan ketagihan apabila seseorang mengkonsumsinya ini sudah lazim dikonsumsi oleh para kaum pria terutama remaja. Remaja yang merokok biasanya berawal dari berbagai macam faktor antara lain :
1. Orang tua yang merokok
Seorang remaja yang memiliki orang tua perokok rata-rata akan menjadi perokok juga seperti ayahnya. Hal inilah yang harus menjadi perhatian orang tua terhadap anaknya jika memang sang ayah adalah perokok. Apabila ayah adalah perokok, sebisa mungkin jangan merokok di depan anaknya karena akan membuat si anak penasaran dengan rokok dan akhirnya mencobanya.
2. Pengaruh dari teman
Individu yang berteman atau dekat dengan kehidupan seorang perokok akan sangat mudah terpengaruh untuk ikut mencoba rokok. Jika individu tersebut pada awalnya memang tidak merokok namun tidak memiliki konsep hidup yang kuat, maka dia akan ikut mencoba rokok. Selain itu cap sebagai banci apabila seorang pria tidak merokok tentunya sangat salah, karena tidak semua pria diwajibkan untuk merokok.
3. Faktor kepribadian seorang individu
Salah satu faktor lainnya yaitu dari kepribadian orang itu sendiri. Seorang individu yang dalam hidupnya selalu dilanda masalah atau stress biasanya ingin sekali melepas penat. Sampai akhirnya dia mencari segala cara agar dia bisa enjoy dan lupa sejenak akan masalahnya termasuk mencoba merokok.
4. Iklan Rokok
Iklan rokok pada media massa yang terkadang menonjolkan atau menunjukan kejantanan seorang pria dengan merokok akan mempengaruhi dan mendorong remaja tersebut untuk merokok.
b. Pakaian yang kurang sopan
Sudah sangat sering kita menemui seorang remaja putri yang berpakaian tidak senonoh bahkan hingga membuka auratnya. Pada waktu sekarang ini kita sering mendengar kasus pemerkosaan yang menimpa seorang remaja putri dan tidak jarang penyebab remaja putri tersebut diperkosa dikarenakan dia menggunakan pakaian yang membuka auratnya.
Hal ini tentunya menjadi masalah penting yang harus dipahami para remaja putri untuk lebih mengetahui pentingnya menutup aurat. Selain untuk mentaati norma agama, menutup aurat juga dapat mencegah tindak kriminal terjadi kepada individu tersebut.
c. Minum minuman beralkohol
Salah satu masalah remaja yang sangat mengkhawatirkan yaitu minuman beralkohol. Sama halnya dengan rokok, di kalangan remaja pria sekarang ini menjadikan minum minuman beralkohol sebagai tolak ukur seorang pria yang sebenarnya. Dalam kehidupan kampus sendiri minum minuman beralkohol seakan sudah semakin merajalela.
Kehidupan malam remaja sekarang ini sangat mengkhawatirkan. Sudah sangat banyak remaja yang mendatangi club malam untuk dijadikan hiburan malam. Kehidupan malam seperti ini tentu akan sangat mudah menemui minum minuman beralkohol yang dapat dengan mudah ditemui dan dibeli di dalam club malam. Selain itu kehidupan malam seperti ini akan membuat peluang terjadinya tindak kriminalitas semakin tinggi.
d. Perilaku seks di luar pernikahan
Masa remaja tentu sangat identik dengan perkembangan yang terjadi di dalam tubuh seorang individu. Baik itu perkembangan dalam hal pola pikir, fisik, moral, dan juga emosi dari individu tersebut. Seorang individu yang telah menginjak usia remaja tentu memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar akan hal baru yang belum dialaminya.
Seiring dengan bertambahnya usia, organ reproduksipun mengalami perkembangan dan pada akhirnya akan mengalami kematangan. Kematangan organ reproduksi dan perkembangan psikologis remaja yang mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non elektronik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual individu remaja tersebut.
Salah satu masalah yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini yaitu kehamilan yang terjadi pada remaja putri di luar pernikahan. Hal ini akan membuat remaja tersebut hilang arah tujuan hidupnya apalagi jika dia masih duduk di bangku sekolah tentu akan membuat masa depannya suram. Selain kehamilan, perlu diketahui seks bebas merupakan salah satu penyebab utama dari virus HIV / AIDS yang dapat digolongkan dalam penyakit yang mematikan.
Hubungan suami istri yang dilakukan para remaja tanpa ada ikatan pernikahan seakan sudah menjadi hal yang sangat lazim sekarang ini. Meskipun kebebasan bergaul dalam dunia remaja tentu sangat diperlukan agar individu tersebut tidak menjadi kuper atau kurang pergaulan namun apabila sampai terjadi hubungan intim yang terjadi antara remaja pria dan remaja wanita tentu akan sangat merusak moral generasi penerus bangsa Indonesia.
e. Narkoba
Read more »
Available link for download
Subscribe to:
Posts (Atom)